Kajari Poso Bongkar Modus "Makelar Kasus": Jangan Percaya Oknum yang Jual Nama Kejaksaan!


Kajari Poso Bongkar Modus "Makelar Kasus": Jangan Percaya Oknum yang Jual Nama Kejaksaan!

Mktipikor.com | | ​POSO– Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Poso, Lie Putra Setiawan, S.H., M.H., bereaksi keras terhadap munculnya laporan mengenai oknum-oknum tak bertanggung jawab yang mencatut nama institusi Kejaksaan untuk mencari keuntungan pribadi.Peringatan ini disampaikan langsung dalam pertemuan eksklusif bersama sejumlah awak media di ruang kerjanya, Selasa (30/12/2025).

Waspada Makelar Kasus: Mengincar Warga yang Terjerat Hukum.

​Lie Putra Setiawan mengungkapkan keresahannya atas adanya pihak-pihak yang mencoba menjadi "jembatan ilegal" bagi warga atau pelaku yang sedang tersandung persoalan hukum. Modusnya, oknum tersebut mengaku memiliki kedekatan dengan pihak Kejaksaan guna memeras atau menjanjikan sesuatu dengan imbalan materi.

​"Kami menerima laporan ada orang tak dikenal mengaku dari Kejaksaan, mencoba melakukan pendekatan kepada pelaku hukum untuk keuntungan pribadi. Saya tegaskan, itu bukan bagian dari kami! Jangan percaya jika ada yang menjanjikan penyelesaian kasus atas nama institusi," tegas Lie Putra dengan nada bicara yang disiplin dan lugas.

Kajari menambahkan, maraknya fenomena "makelar kasus" ini membuat pihaknya kini jauh lebih tertutup dan berhati-hati dalam membagikan detail informasi penanganan perkara sebelum waktunya. "Kami harus protektif agar data kasus tidak disalahgunakan oknum luar untuk memeras atau menakut-nakuti masyarakat," lanjut mantan Kajari Mamasa tersebut.

Gebrakan di Bumi Sintuwu Maroso: Korupsi Jadi Prioritas.

​Sejak menakhodai Kejari Poso, Lie Putra dikenal sebagai sosok yang tidak mau berkompromi dengan tindak pidana korupsi. Rekam jejaknya yang disiplin terbukti dengan percepatan pelimpahan sejumlah kasus besar ke pengadilan.

​Ia mengonfirmasi bahwa saat ini berbagai kasus korupsi telah berhasil ditingkatkan statusnya hingga penetapan tersangka. "Sejak saya menginjakkan kaki di sini, komitmen kami satu: menegakkan hukum secara bersih. Beberapa perkara korupsi sudah kami limpahkan dan pelakunya kini sudah menyandang status tersangka," ungkapnya.

Gandeng Media sebagai "Mata dan Telinga.

​Pertemuan yang berlangsung hangat namun serius tersebut juga menjadi ajang penguatan sinergi antara Kejaksaan dan media massa. Kajari berharap jurnalis dapat menjadi filter informasi sekaligus pengawas di lapangan agar citra Korps Adhyaksa tidak dicederai oleh oknum-oknum liar.

​"Sinergi ini penting. Kami butuh media untuk meluruskan informasi dan mengedukasi masyarakat agar warga Poso tidak terjebak dalam permainan oknum yang merusak nama baik institusi kami," tutupnya. (Arwis).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama